INILAH PENYEBAB SUHU BUMI SEMAKIN MEMANAS!

ICP NEWS – Hutan merupakan area tanah yang ditumbuhi pepohonan yang lebat. Hutan juga menyimpan banyak spesies hewan dan tumbuhan. Ada banyak fungsi-fungsi hewan antara lain sebagai habitat hidup hewan, melestarikan tanah, mengatur iklim, menjaga keseimbangan ekosistem dan sebagai paru-paru dunia.

Hutan merupakan ekosistem kompleks yang berpengaruh pada hampir setiap spesies yang ada di bumi. Pada saat hutan tergradasi, maka akan dapat menyebabkan berbagai macam bencana, baik itu lokal maupun di seluruh dunia. Kerusakan hutan atau deforestasi terjadi hampir diseluruh dunia, dimana kerusakan tersebut sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia. Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), hampir 7,3 juta hektar hutan diseluruh dunia hilang setiap tahunnya.

Pemicu terbesar kegiatan deforestasi hutan adalah kegiatan industri, terutama industri kayu. Faktor lainnya adalah karena adanya alih fungsi hutan menjadi lahan perkebunan atau bisa juga dijadikan sebagai lahan pemukiman bagi warga. Metode yang umum digunakan dalam kegiatan deforestasi antara lain adalah dengan membakar hutan atau dengan cara menebang pohon-pohonnya secara liar.

Saat ini Bumi mengandalkan hutan seperti hutan hujan Amazon Brasil dan Hutan-hutaan yang ada di Indonesia, tak ayal jika hutan juga dijuluki sebagai “paru-paru dunia”. Hutan menyumbang sekitar 20 persen oksigen dunia dan membantu mengatur suhu di bumi. Selain itu, hutan juga menjadi rumah bagi setidaknya 10 persen keanekaragaman hayati di muka bumi.

Tanpa kelestarian hutan, perubahan iklim mungkin tidak dapat dipulihkan. Ancaman inilah yang tengah dihadapi, seiring meluasnya kebakaran lahan di kawasan hijau tersebut.

Penyebab Hutan Terbakar

Jika kita akhir akhir ini merasa semakin panas, janganlah heran karena data yang baru saja dikeluarkan oleh World Meteorological Organization (WMO) memang  menunjukkan bahwa suhu pada bulan November 2018 lalu merupakan salah satu suhu terpanas yang pernah tercatat sejak tahun 1850.

Tidak hanya sampai disitu saja menurut WMO, rekor 20 suhu terpanas terjadi pada periode 22 tahun terakhir.

Bulan Oktober lalu PBB mengeluarkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa dalam jangka panjang rataan suhu bumi akan meningkat sampai 1,5oC

Pada peirode 2019-2023 diperkirakan suhu akan 1,03-1,57oC berada di atas rataan suhu periode 1850-1900 yang membuat bumi semakin panas.

Hal yang lebih mengkhawatirkan adalah ke depan fenomena memanasnya bumi dan kejadian bencana alam  diperkirakan akan semakin meningkat. Diprediksi pada periode waktu 2014-2023 merupakan periode suhu terpanas dalam periode 150 tahun ini.

Tiga bencana alam yang mencatat rekor kerugian terbesar adalah Hurricanes Michael (US $25 milyar), Hurricane Florence (US $24 milyar) dan kebakaran hutan di wilayah Eropa  (US$24 milyar).

Bagaimana menahan laju peningkatan suhu?

Para pakar dunia berpendapat bahwa kecenderungan peningkatan suhu ini dapat diperlambat dengan cara mengurangi emisi gas rumah kaca seperti CO2 dan adaptasi iklim.

CO2 ini umumnya dihasilkan dari hasil pembakaran salah satunya oleh bencana kebakaran, sehingga kita seharusnya sudah disadarkan akan kepentingan proteksi adanya bencana kebakaran, salah satu tindakan prefentifnya adalah sebagai berikut:

  1. Lakukan cek secara rutin peringatan dini kebakaran dimanapun tempat anda bekerja dengan melakukan peremejaan pada sistem alarm
  2. Lakukan cek secara rutin penangan dini kebakaran dengan melakukan peremajaan pada sistem hidran
  3. Lakukan cek secara rutin isi APAR dan penggunaanya
  4. Lakukan simulasi penggunaan selang dan pastikan selang tidak lengket dan bocor
  5. Sesuaikan kebutuhan perlindungan dan keselamatan kebakaran anda dengan yang ahli dibidangnya

CEGAH KEBAKARAN SEKARANG JUGA